Cara Merawat Satria FU F150 Bagi Pemula

Tips Otomotif - Bagaimana cara Merawat Satria FU? Beberapa orang yang baru memiliki atau mengendarai sepeda motor, khususnya satria FU terkadang menginginkan perawatan yang sesuai. Pada dasarnya pengguna sudah diberikan buku pedoman penggunaan dan perawatan yang baik dan benar, tetapi jarang sekali yang benar-benar membacanya. Untuk itu kali ini kita coba membagikan langkah-langkah perawatan satria Fu berdasarkan buku pedoman atau buku petunjuk pengguna.

Berikut ini kami coba menyajikan Cara Merawat Satria FU yang benar sesuai dengan ketentuan yang disarankan. Bagi Pemula ada baiknya membaca tips-tips berikut ini:

Cara Merawat Motor Satria FU

Cara Merawat Motor Satria FU

1.Memanaskan mesin di pagi hari.
Agar mudah menyalakan mesin khususnya di pagi hari, ikuti cara berikut :
Tarik choke dan lakukan kick starter beberapa kali (kalau saya sekitar 5 x) sebelum kunci kontak dinyalakan, maksudnya supaya ada bensin yang masuk ke karbu dulu dan oli mesin naik dahulu sebelum mesin dinyalakan.

Lalu baru kunci kontak dinyalakan, choke dikembalikan pada posisi tertutup dan jangan tarik gas saat menyalakan mesin. Dengan cara demikian mesin akan lebih mudah start.

Panaskan mesin jangan terlalu lama, mungkin sekitar 2-5 menit saja. Karena jika terlalu lama, maka mesin akan cenderung overheat. Efeknya knalpotnya akan berwarna kekuningan. Ingat bahwa kebanyakan mesin motor masih mengandalkan pendingin angin, artinya hanya akan bekerja jika ada udara yang bergerak.

 Untuk Daftar Harga Satria FU terbaru anda bisa lihat pada Harga Satria FU

2.Melumasi rantai roda.
Untuk melumasi rantai pakai aja STP oil treatment, menurut pengalamanku kalau pakai oli (apalagi oli bekas apalagi minyak goreng) biasanya hanya bertahan kurang dari seminggu, belum lagi kalau pas hujan pasti langsung kering.

Setelah aku coba pakai STP oil treatment, bisa lebih dari 3 minggu Bro! Dan juga waktu dicuci dan kehujanan beberapa kali pun olinya masih tetep nempel.

3.Lindungi komponen listrik motor Anda.
Kalau ini sih info yang dapat di situs ini juga! Konon katanya karena batok lampu FU terbuka maka kalau kehujanan atau dicuci kadang sering bikin indikator RPM sering tiba-tiba mati. Biar aman, bungkus dengan plastik (caranya mirip bikin lontong atau membungkus permen.
Ini contohnya (tapi kayaknya nggak kelihatan yah?). Alat yang diperlukan obeng plus ama plastik (nggak perlu beli, minta ajah ama warung-warung terdekat) dan juga selotip atau karet gelang juga boleh (yang ini minta tetangga juga boleh!).

4.Pasang penutup knalpot biar kaki nggak kesetrika knalpot.
Nahh.. Kalau yang ini aku pernah ngerasain panasnya silincer knalpot FU, panas sekali Bro!!
Lalu kepikiran untuk bikin pelindung (atau pendingin sih sebetulnya?) knalpot, minimal sih buat mencegah orang lain kesetrika waktu parkir dan fungsi lainnya bisa buat gaya-gaya juga yah..!
Tapi ingat JANGAN pake yang model pipa-pipa panjang dan pake dudukan dari plastik ya, terang aja akan meleleh dong. Bikin masalah doang!


5.Potong besi plat nomor agar lebih macho.
Yang agak aneh waktu melihat FU pertama kali yaitu letak plat nomornya yang terlalu ke depan. Jadi kelihat kayak Gatotkaca yang mulut bawahnya menutupi muka, yaahh… jadi mirip Cakil tuh! Potong ajah sesuai selera, bisa ke tukang las atau kalo suka tantangan bisa juga potong sendiri (tapi ngelasnya gimana?) Kalo ke tukang las habis biaya 3ribu perak, plus sediakan spidol hitem buat nutup sambungan las barunya (he he.., pinjem ama tetangga kalau pengen hemat!). Kalo bisa plat nomor bagian bawah ditekuk biar tidak menghalangi aliran udara.


6.Sesuaikan tuas rem depan dengan selera Anda.
Yang bikin nggak nyaman saat pertama kali menunggangi FU yaitu tuas remnya yang rada-rada tegak dan nggak sesuai dengan posisi tangan yang nyaman. Sesuaikan dengan selera Anda, hanya modal kunci no 8 kok! Juga sekalian ama tuas koplingnya yah..!
Tapi kok rasa-rasanya tetep aja tangan kananku pegal waktu buat muter-muter agak lama, kayaknya emang tarikan gasnya yang agak berat yach! Solusinya?


7.Pilih oli yang tepat dan hindarkan gonta-ganti oli.
Karena mesin FU sudah memakai teknologi DOHC dan multi valve, maka sebaiknya HARUS memakai oli yang sintetik. Emang yang fully sintetik agak mahal sih! Tapi kalo cuma dipake untuk harian, bisa pake yang semi-sintetik asalkan klasifikasi APInya sudah SG atau lebih (makin mendekati Z berarti oli tersebut kelasnya lebih baik) dan udah JASO MA yah (ini menandakan kalau oli tersebut sudah ada teknologi anti slip kopling)!

Kalau dari dealer biasanya sih dikasih yang murah (karena mereka nggak mau rugi juga toh!), bukan berarti oli tersebut jelek tapi cuma nggak tepat aja! Kalau kita perhatikan oli tersebut kan oli mineral (bukan sintetik) padahal untuk motor yang rumit macam FU dan komponen mesin yang sangat rapat akan membutuhkan oli yang mampu masuk ke sela-sela mesin, dan hal itu hanya bisa dilakukan oleh oli sintetik.

Biasanya pemakai baru yang belum pengalaman masih takut kalau memakai oli yang bukan dari dealer, TAKUT karena garansi mesin hilang! He he .., padahal aku malah disuruh ama teknisinya agar pake oli yang bagus sekalian. Logikanya kalau kita pake oli yang standarnya lebih bagus dari “bonus” pabrikan tentu gak akan menghanguskan garansi, apalagi di buku manual Suzuki nggak ada tuh peraturan harus pake oli merk tertentu.

Lebih baik pake oli bagus tapi mesin awet, daripada pake oli yang kurang tepat demi garansi pabrik tapi 2 tahun jeroannya jebol! Menurut pengalamanku, di Indonesia klaim garansi itu agak-agak ribet dan kesannya mereka masih setengah hati (cuma buat formalitas ajah!) trus pake cari-cari alasan yang gak masuk akal. Dan ujung-ujungnya gak ada tuh yang namanya garansi, karena mereka akan menyalahkan apapun yang kita lakukan pada motor. Contohnya tentang kualitas bensin gak bagus (itu kan tanggung jawab Pertamina, kita sih cuma tinggal beli aja di SPBU tanpa tahu itu bensin baik apa gak). Karena itu rawatlah motor Anda dengan benar sebelum terlambat, karena sparepartnya lumayan mahal juga loh! Lihat juga Mengatasi Mesin Satria FU berisik.

8.Pake bahan bakar yang tepat.
Dalam buku manual kan juga disebutkan harus memakai bahan bakar beroktan 91 ato lebih, dan perlu diketahui kalau premium itu kadar oktannya cuma 82 Bro!

Apalagi untuk motor berkompresi 10 lebih macam FU yang disarankan harus minimal pake pertamax atau yang lebih baik (kalo ada)!

Jangan lupa ukur rata-rata pemakaian bahan bakar Anda, caranya gampang kok! Pertama isi tangki sampai penuh, lalu catat angka Km yang tertera di display. Terus dipakai sampai kira-kira habis ½ tangki, coba isi tangki lagi sampai penuh di tempat yang sama dengan sebelumnya. Catat jumlah liter yang ada di monitor SPBU tersebut, kemudian bagikan jumlah selisih Km dengan jumlah bahan bakar yang kita beli, NAH ketemu deh!

Standarnya 1 liter pertamax bisa buat 30-35 Km, kalau jauh di bawah dari angka tersebut berarti motornya sudah nggak bener atau bisa juga riding style kita yang buruk. Ingat, riding style akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar juga loh!

9.Kendarai dengan santai aja, dan dengan kecepatan yang konstan.
Memang ada pendapat kalo motor sekarang nggak perlu lagi inreyen, tapi nggak ada salahnya juga kok untuk dilakukan. Toh ini motor kita sendiri, NAH kalo motor pinjam sih (apalagi ama yang belum kenal akrab) nggak masalah kalau mau dipakai sampe 200 Kmh.

Sebaiknya kendarai jangan sampai melebihi 9ribu Rpm, dan perpindahan gigi dilakukan saat Rpm mencapai angka 6ribu-8ribu. Hindarkan perubahan kecepatan yang terlalu mencolok, yang penting konstan ajah! Prinsipnya mirip ama teknik lari, pilih larinya model marathon (konstan tapi tahan lama) atau model sprinter (cepat tapi gak tahan lama). Buktinya motornya Valentino Rossi umurnya gak pernah lebih dari setahun kan? Malah kadang umurnya cuma beberapa jam aja loh! Habis ngebut beli motor baru, yang lama dibuang…
Bagi mesin, ini sih efeknya pada pemakaian bahan bakar dan juga kantong penunggangnya.

Mungkin komponen juga akan lebih awet kalau pakainya dengan benar dan sesuai kondisi. Jadi INGAT, kalo ada yang nyalib pake gaya pembalap Superbike, nyate aja Bro kali aja itu orang lagi kebelet… Kasihan juga, di rumahnya gak ada toilet tuh….!

10.Perbaiki performa karburator Anda.
Kalau yang ini wajib dijalankan untuk menghilangkan gejala mrebet saat motor melaju di Rpm rendah. Ganti ajah Pilot Jetnya ama yang lebih tinggi, kalau yang standarnya 12.5 maka kita bisa pake yang 15 atau 17.5. Harga 28ribu, belinya di dealer pas servis. Terus sekalian aja minta setting ulang karbu ama teknisinya.
Kalau aku sih cuma dipake buat ngantor, waktu pagi ama maghrib doang! Jadi pake Pilot Jet 15 udah cukup kok! Kalau mau makin kenceng di Rpm putaran atas, ganti juga Main Jetnya ke tingkat lebih besar. Ingat juga, kalau memakai knalpot freeflow (racing) harus diimbangi dengan perubahan Pilot Jet dan Main Jet juga.

Demikian sedikit mengenai Tips Cara Merawat Satria FU F150 Bagi Pemula yang didasarkan pada buku petnjuk penggunaan dan perawatan motor Suzuki Satria Fu yang diberikan saat pembelian pertama. 

Cara Merawat Satria FU F150 Bagi Pemula | Revie Hapsari | 5